DOWNLOAD AUDIOBOOK Ï Bumi Manusia - by Pramoedya Ananta Toer

Bumi Manusia By Pramoedya Ananta Toer,

  • Title: Bumi Manusia
  • Author: Pramoedya Ananta Toer
  • ISBN: 9789799731234
  • Page: 445
  • Format: Paperback
  • Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke 20 Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak mRoman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke 20 Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula mula, juga pertautan rasa, kegamangan jiwa, percintaan, dan pertarungan kekuatan anonim para srikandi yang mengawal penyemaian bangunan nasional yang kemudian kelak melahirkan Indonesia modern.Roman bagian pertama Bumi Manusia, sebagai periode penyemaian dan kegelisahan dimana Minke sebagai aktor sekaligus kreator adalah manusia berdarah priyayi yang semampu mungkin keluar dari kepompong kejawaannya menuju manusia yang bebas dan merdeka, di sudut lain membelah jiwa ke Eropa an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.Pram menggambarkan sebuah adegan antara Minke dengan ayahnya yang sangat sentimentil Aku mengangkat sembah sebagaimana biasa aku lihat dilakukan punggawa terhadap kakekku dan nenekku dan orangtuaku, waktu lebaran Dan yang sekarang tak juga kuturunkan sebelum Bupati itu duduk enak di tempatnya Dalam mengangkat sembah serasa hilang seluruh ilmu dan pengetahuan yang kupelajari tahun demi tahun belakangan ini Hilang indahnya dunia sebagaimana dijanjikan oleh kemajuan ilmu Sembah pengagungan pada leluhur dan pembesar melalui perendahan dan penghinaan diri Sampai sedatar tanah kalau mungkin Uh, anak cucuku tak kurelakan menjalani kehinaan ini Kita kalah, Ma, bisikku Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik baiknya, sehormat hormatnya.
    Bumi Manusia Roman Tetralogi Buru mengambil latar belakang dan cikal bakal nation Indonesia di awal abad ke Dengan membacanya waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasion

    One thought on “Bumi Manusia”

    1. If this is a great work of literature, Its greatness eluded me But I enjoyed the book, learning a bit of Indonesian history and imagining what life would ve been like for Natives under Dutch colonial rule.

    2. Cerita.lamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya Ya biarpun yang ditampilkannya itu hewan, raksasa atau dewa ataupun hantu Dan tak ada yang lebih sulit dipahami daripada sang manusia jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana biarpun penglihatanmu setajam mata elang pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka daripada dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput Pramoedy [...]

    3. Pretty awful as a work of literary fiction or else a truly terrible translation of a masterpiece , but interesting as an anthropological document of colonial era Java.

    4. In all honesty, I didn t like the novel as much as I liked the other two required reading novels for Oriental Literature class, The Temple of the Golden Pavilion and The Rope of Ash , nor do I think it is as impressive as the other Asian Literary works that we have read in class, like the short stories of Lu Xun The first few parts actually didn t get my attention There are points in the story that I asked myself where the book was getting at or what it is trying to say I know it is a post colon [...]

    5. This Earth of Mankind is the first novel of the Buru Quartet, so called because it was composed when Pramoedya Ananta Toer was a political prisoner on Buru Island in the 60s I say composed rather than written because the first version of it was told orally to his fellow prisoners He had apparently just about finished the research and planning when he was arrested and all his notes and books were destroyed.Which is an immediately intriguing back story, although the relationship between the novel [...]

    6. This book English title The Earth of Mankind was recommended by an academic friend who learned Indonesian to read it in the author s native language impressive The subject is serious a love affair between a pure blood Javanese and a mixed race Indo set against the backdrop of the emergence of Indonesian anti colonial sentiment near the start of the 20th century Unfortunately, I found the almost soap opera ish style hard to get accustomed to.

    7. Three stars because it introduced me to a slice of Javanese Indonesian history and Dutch colonialism there, but was a difficult read at times Though Toer takes a pretty clear side against the Dutch and its imperialism, he gives a complex telling and analysis of Javanese life However, the language felt a bit old which it is , and so got got a little repetitive and dry Still, it s worth reading and admiring the clarity that Toer had at the time in looking at his country.

    8. This is a long delayed review, partly because I must admit I never finished reading it and partly because I so wanted to like this Indonesian author having read about his time as a political prisoner in the 1960s As a history teacher, I did appreciate how Ananta Toer captures 19th Century colonial life and the caste like system that was instituted by the Dutch The romantic story between the native Javanese boy and the mixed race girl at the centre of the novel, however, did not feel realistic to [...]

    9. I got this book to read while I was on Java I didn t dislike it, but it definitely dragged I was also hoping for something that would give me of a feel for the island than this did, akin to The Gift of Rain or Midnight in the Garden of Good and Evil in terms of being really steeped in the setting.

    10. Tokoh yang menarik perhatian saya dalam novel ini adalah Nyai Ontosoroh PerEMPUan pribumi yang istimewa Nyai Ontosoroh merupakan gundik dari Seorang Belanda lemah dan tidak bertanggung jawab Nyai Ontosoroh menjalankan dan membesarkan berbagai perusahaan yang telah ditinggal suaminya Nyai Ontosoroh tak pernah bersekolah tapi ia bias menulis dan membaca, bertutur kata dan berperilaku secara Jawa, Melayu ataupun Belanda.Gundik memang bukan sebutan yang enak didengar Tapi Nyai Ontosoroh tidak pernah [...]

    11. Dulu seorang teman pernah berkata Jika Amerika memiliki F.C Fitzgerald, Perancis memiliki Victor Hugo, Rusia memiliki Fyodor Dostoyevsky, Jerman memiliki Johann Wolfgang von Goethe dan Jepang memiliki Haruki MurakamiMaka, Indonesia memiliki seorang Pramoedya Ananta Toer Penasaran, karena saya sudah baca beberapa karya sastra dunia, tapi baru sedikit karya sastra Indonesia yang saya baca Maka pada suatu kesempatan saya sempatkan membaca karya Pramoedya yang paling dikenal Bumi Manusia Bumi Manusi [...]

    12. Mas, kan kita pernah berbahagia bersama Tentu, Ann Kenangkan kebahagiaan itu saja, ya Mas, jangan yang lain.

    13. So, what can i sayter prolonged it for quite sometime i finally read one of Pramoedya s books.I m not sure if my review can do justice for this phenomenal book,but let s try, shall we.Honestly,this book didn t impress me that much.Saya nggak tau apa yang saya harapkan saat membaca buku yang dipuja2 banyak orang,yang dijadikan bahan skripsi dan thesis,bahkan menjadikan penulisnya salah satu nominator penerima nobel Buat saya,buku ini sama saja seperti buku buku lainnya yang digarap dengan serius [...]

    14. First, thanks to Sara Maria and Manu hard as this is for me to do, a debt is a debt for encouraging me to read the Buru Qurtet These four books andMax Havelaar made for superb summer reading All the book covers say that Toer is Asia s leading candidate for the Nobel Prize I have no doubts about that This not because he is a great stylist of prose at least not in the English translation , nor because he uncovers new ground in form Rather, I think it is Toer s ambition and vast knowledge that is a [...]

    15. Sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjalanan intelektual seorang anak manusia yang diberi nama oleh Pram Minke monyet untuk menemukan arti kemanusiaan dan identitas kebangsaan awal abad 20 an Berhadapan dengan kolonialisme dan sistem hukumnya yang diskriminatif, Minke melihat banyak ketimpangan ketimpangan, penindasan penindasa, politik pecah belah, pembagian kelas, dan politik kolonial yang menyengsarakan manusia Indonesia dan menjatuhkan kemanusiaan ke titik yang paling rendah dalam pergul [...]

    16. Malangnya nasibmu, Inlander Dipecah belah lalu dikuasai Belanda yang rakus Bebal Biadab.Malangnya nasibmu, Sanikem Diambil madu dan kemanisanmu, diperas otak dan jiwamu, dihinakan status nyai mu, tak bisa menyelamatkan darah dagingmu sendiri.Malangnya nasibmu Annelies Muda, cantik, berbudi halus Dibuat lemah oleh kuatnya pribadi mamamu, kesempitan duniamu, dan butanya cintamu.Malangnya nasibmu Minke Ganteng, cerdas, berani Punya nama lahir kok tidak dipakai Apa kurang bagus pemberian orangtuamu, [...]

    17. Kutipan Tetralogi Pulau Buru Bumi Manusia Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri Mama Nyai Ontosoroh, hal 39 Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan Jean Marais, hal 52 Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini Jean Marais, 55 Tak ada cinta muncul mendadak, karena dia anak kebudayaan, bukan batu dari lan [...]

    18. This is a complex novel about Dutch Indo relations through the eyes of Minke, an intelligent Javanese boy who is sent up through Dutch schooling He falls in love with the daughter of a nyai a concubine, or slave, as she would put it whose father is Dutch but whose mother is native He calls the nyai Mama through most of the novel He is forced to confront his own preconceived notions on intelligence, hierarchy, and personal value, largely because of Mama Stories about happy things are never intere [...]

    19. Menangis dan sedih diakhir bab terakhir inidan semua ditutup dengan sebuah dialog Kita kalah, Ma bisik Minke Kita telah melawan, nak, Nyo, sebaik baiknya, sehormat hormatnya Nyai OntosorohIni adalah perkenalan pertamaku pada kisah para manusiatentang kisah cinta pria pribumi dan wanita Indo nan cantik jelita Minke dan Annelies Mellematentang kewibawaan seorang wanita pribumi tangguh Sanikem atau kita lebih mengenalnya sebagai Nyai Ontosorohtentang seorang pria pribumi yang gamang akan hidupnya, [...]

    20. Rest in peace to the postcolonial novel of characters There were once droves of them, from all parts of the newly liberated world, but they re a rare commodity in an era where the ethnic novel in the U.S has been reduced to level one alienation and occasional italicized references to spices.Toer wrote a fucking four volume epic without a pen on a prison island in Indonesia and you think you re a writer And the first volume is a novel of beautifully drawn characters Like E.M Forster in A Passage [...]

    21. Historical fiction set on the island of Java at the turn of the 19th century Knowing next to nothing about the milieu it was almost like reading science fiction, i.e trying to understand the futuristic slang and social conventions Adding to my confusion were the echoes of the colonial relationship between the British and India, replaced here by the Dutch and the Indonesians I write it in quotations because the book mostly refers to Javanese, Acehnese, Madurese, i.e specific islands although the [...]

    22. Jatuh cinta sejak adegan pertama pada kecantikan seorang Annelies Mellema Yang sepanjang cerita membuai dengan lembutnya kecantikan dan rapuhnya kemudaan yang berkembang ditengah konflik keluarga berlatar belakang kolonial pada pandangan dan keteguhan seorang Sanikem, atau Nyai Ontosoroh Seorang otodidak yang mengjungkalkan semua stereotip wanita yang ada di posisinya, seorang gundik Belanda pada kepujanggaan seorang Minke Aku cemburu dengan segala kehebatan dan keberuntungannya Baca cinta Annel [...]

    23. Selesai baca Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer.Sempat saya menunda membaca Tetralogi Buru yang saya beli sebulan lalu, karena tebal dan panjangnya sehingga saya merasa nanti nanti sajalah bacanya Lalu saya menyuruh diri untuk mulai membaca Saya mengambil Bumi Manusia dari rak, bagian pertama Tetralogi Buru, dan mulai membaca Tak terasa, saya sudah tiba pada halaman keseratus, dan terus melanjutkan membaca.Saya kira Bumi Manusia berat, namun ternyata tidak Pram bertutur dengan sangat nyaman dan [...]

    24. saya baru lama kemudian menghargai karya initelah membacai sendiri koran koran lama dari awal abad XX koran koran yang juga jadi sumber penulisan pak pramlu, saya juga mendekati karya pak pram ini setelah membacai tulisan tulisan ben anderson dkk dari cornellya seperti dipanggil untuk kembali ke jawa kembali memelajari rajutan lama yang membentuk diri.dan JAWA yang ditampilkan oleh pram memang beda, tapi cocok dengan bacaan saya dari arah antropologi, sejarah, sosiologi, seni bangunan dsb ada di [...]

    25. My interest in this book is primarily literary and cultural Pramoedya Ananta Toer has masterfully combined a devastating critique of colonialism with a poignant love story, set in the late 1800s before Indonesia had even been named Minke is the only Native Javanese student in the H.B.S one of the best high schools in the Dutch Indies Despite his obvious academic abilities, he would not have gained admission to this prestigious school if it were not for his grandfather s status It turns out that [...]

    26. An introduction to the novels of an internationally read Indonesian author, Pramoedya Ananta Toer This one begins his Buru Quartet The tetralogy s title refers to the prison in which he first told then wrote it The setting begins around 1898 Surabaya, Java, a period of Dutch Indies colonization The story begins with two privileged, optimistic, competent natives Nyai concubine Ontosoroh has been educated by her Netherlands European consort Herman Mellema She s competent in the Dutch language and [...]

    27. An interesting book marred I assume from all the 5 star reviews in the original language by an abysmal and sorry to say, laugh out loud translation That said, I really enjoyed the outright bizarre and melodramatic and yes they are melodramatic turns in the story the keystone cops chases, the courtroom scenes, the doctor who goes on and on for pages about the psyche like some pipe smoking physician giving Rock Hudson moral advice I also liked the main character s growing self awareness of his sex [...]

    28. I read this book for my world fiction challenge, because it was getting embarrassing that I had nothing from Indonesia the world s fourth most populous country Unfortunately, there just aren t a lot of choices available in English, so I wound up reading this even though it was largely lost in translation.This Earth of Mankind is a politically important book first told orally while the author was a political prisoner with a political anti colonialist message Second, it s the story, set at the end [...]

    29. If i were Nyai OntosorohIf i were MinkeIf i were Annelies Mellema if i were adalah kalimat yang terlintas di pikiran saya ketika saya membaca peran dari masing masing karakter tersebut Adalah Nyai Ontosoroh, lepas ia adalah seorang nyai namun ia seorang manusia dalam sesosok wanita yang lahir dengan nama Sanikem, dendam pada orang tua yang menjualnya demi sekeping gulden ia berubah menjadi pohon besar yang melupakan akarnya Apa boleh buat, namun akhirnya ia menjadi pribadi yang cerdas dan mandir [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *